Lawan Tren Lesu Nikel Dunia, PT Vale IGP Morowali Tembus Rekor 2,2 Juta Ton Ore

kareba
kareba
2 Min Read

Morowali – Di tengah bayang-bayang fluktuasi harga komoditas global dan tantangan rantai pasok nikel yang kian ketat, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) justru mencatatkan performa “moncer”.

​Melalui unit Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, anggota holding MIND ID ini sukses mengamankan produksi dan penjualan nikel hingga 2,2 juta ton ore hanya di pembuka tahun 2026. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa operasional di Morowali tetap tangguh meski diterjang sentimen pasar dunia.

​Capaian jutaan ton ini disebut bukan sekadar statistik di atas kertas. Direktur dan Chief Project Officer PT Vale, Muhammad Asril, menegaskan bahwa ini adalah hasil dari disiplin eksekusi yang spartan di lapangan.

​”Capaian 2,2 juta ton ini buah dari kolaborasi. Apresiasi besar untuk seluruh karyawan, mitra kerja, dan pemerintah yang menjaga ritme operasional tetap stabil di tengah berbagai tantangan,” ujar Asril, Kamis (12/2/2026).

​Meski produksi digenjot, PT Vale tampaknya enggan berkompromi soal urusan lingkungan. Strategi “Tancap Gas Produksi, Tancap Gas Hijau” terlihat dari progres nyata di lapangan.

​16 Hektare lahan telah dilakukan hydroseeding (penanaman cepat). ​Fasilitas Nursery (persemaian) siap memproduksi 400 ribu bibit pohon per tahun. ​Pengendalian Erosi ketat di sepanjang jalan tambang (Mine Haul Road).

Head of Mine Operation Bahodopi, Wafir, menambahkan bahwa kunci keberhasilan ini ada pada perencanaan tambang yang terintegrasi. “Kami terus meningkatkan efisiensi dan pengendalian risiko agar proyek ini stabil untuk jangka panjang,” jelasnya.

​Keberhasilan IGP Morowali ini diklaim membawa efek domino bagi ekonomi lokal melalui. Penyerapan Tenaga Kerja yang konsisten. ​Kemitraan Lokal yang diperkuat.​Investasi Sosial di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat sekitar.

​Memasuki sisa tahun 2026, PT Vale IGP Morowali mematok target pertumbuhan yang seimbang. Perusahaan optimis, dengan budaya kerja safety first dan dukungan pemerintah, target tahunan akan tercapai meski kompetisi industri nikel semakin sengit.

​Capaian 2,2 juta ton ini bukan sekadar soal volume, tapi pembuktian bahwa operasional yang bertanggung jawab bisa berjalan beriringan dengan target bisnis yang ambisius.

Share This Article
Leave a comment