Luwu Timur – Kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Puspawati Husler kembali menunjukkan gaya kepemimpinan yang komunikatif dan inklusif.
Dalam Sidang Paripurna DPRD Luwu Timur, Rabu (18/02/2026), pasangan Ibas-Puspa secara aktif menyerap pandangan fraksi-fraksi untuk mematangkan tiga regulasi masa depan Luwu Timur.
Wabup Puspawati Husler menegaskan bahwa setiap masukan dari dewan merupakan instrumen penting bagi Pemda untuk menyempurnakan program agar benar-benar dirasakan oleh rakyat.
Berikut adalah 7 poin strategis hasil sinergi Ibas-Puspa bersama DPRD.
Akselerasi Ketahanan Pangan (Ranperda Cadangan Pangan)
– Kemandirian Pangan Lokal: Pemda didorong untuk tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga mengoptimalkan potensi komoditas lokal lainnya demi menghadapi fluktuasi harga.
– Digitalisasi Stok Pangan: Usulan penguatan sistem data digital agar intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dapat dilakukan secara real-time.
– Inovasi Dana CSR Tambang: Sektor ekstraktif yang kuat di era Ibas-Puspa diarahkan untuk berkontribusi langsung pada cadangan pangan melalui inovasi pembiayaan dari dana CSR perusahaan.
Pelestarian Budaya Sebagai Jati Diri (Ranperda Pemajuan Kebudayaan)
– Kesejahteraan Pelaku Seni: Ibas-Puspa memastikan regulasi ini tidak sekadar dokumen administratif, melainkan ruang bagi seniman lokal untuk berkarya sekaligus mendapatkan kesejahteraan.
– Integrasi Wisata & Budaya: Penguatan sektor kebudayaan yang akan dipadukan dengan pariwisata guna mendongkrak PAD dan ekonomi kreatif masyarakat.
Visi Hunian Masa Depan (Ranperda RP3KP 2025-2045)
– Rumah Layak untuk MBR: Kepemimpinan Ibas-Puspa berkomitmen memastikan akses hunian yang mudah dan layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
– Konsep Eco-Settlement: Transformasi pembangunan pemukiman yang mengusung konsep ramah lingkungan berbasis energi terbarukan, namun tetap mempertahankan desain rumah panggung sesuai budaya lokal Luwu Timur.
Pasca sidang, Wabup Puspawati Husler menyatakan bahwa Pemda di bawah komando Ibas-Puspa sangat menghargai saran dan rekomendasi dari Fraksi PAN, PDI-Perjuangan, dan fraksi lainnya.
Baginya, sinergi yang harmonis antara eksekutif dan legislatif adalah kunci utama dalam membangun pondasi daerah yang kokoh, baik dari sisi jati diri, ketahanan dasar, maupun kualitas hidup masyarakat.
“Pemerintah daerah akan menindaklanjuti setiap saran tersebut dalam tahapan pembahasan selanjutnya demi penyempurnaan substansi Ranperda,” pungkas Puspawati.

