Luwu Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur menegaskan sikap hati-hati dalam membahas rencana penyertaan modal lebih dari Rp240 miliar kepada Perseroda Luwu Timur Gemilang (LTG). Sikap ini disampaikan Ketua Pansus Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 15 Tahun 2023, HM. Sarkawi Hamid, dalam rapat perdana bersama manajemen Perseroda LTG dan Pemerintah Daerah, Rabu (8/10/2025).
Sarkawi membeberkan bahwa total penyertaan modal yang tercantum dalam draf perubahan ranperda mencapai Rp226,94 miliar dalam bentuk uang dan Rp13,1 miliar dalam bentuk barang. “Beberapa aset yang akan diserahkan antara lain Pabrik Es di Burau, RTG di Towuti, dan Gudang Rumput Laut di Lakawali,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa DPRD tidak ingin pengelolaan BUMD kembali menemui persoalan seperti pengalaman sebelumnya.
Oleh karena itu, seluruh aspek rencana bisnis Perseroda LTG akan diperiksa secara komprehensif.
“Yang paling penting adalah bagaimana modal yang diinvestasikan dapat memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi daerah. Kita tidak ingin apa yang terjadi pada BUMD sebelumnya kembali terulang,” tegas politisi Gerindra tersebut.
Penyertaan modal ini akan disalurkan secara bertahap hingga tahun 2028 melalui APBD Luwu Timur.
Ranperda tersebut juga membuka peluang bagi daerah untuk menyerahkan sejumlah aset strategis agar dapat dikelola secara lebih produktif oleh Perseroda LTG.

