Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk terus menunjukkan langkah nyata dalam membangun industri tambang yang lebih berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan meningkatkan investasi lingkungan hingga lebih dari 50 persen, sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Melalui laporan resmi yang disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan, PT Vale mencatat berbagai capaian penting. Salah satunya adalah rehabilitasi lahan pascatambang seluas 156,67 hektare di Sorowako, Luwu Timur.
Tak hanya itu, perusahaan juga memperluas dampak lingkungannya dengan melakukan pemulihan daerah aliran sungai hingga hampir 3.000 hektare di lima provinsi. Langkah ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap lingkungan tidak hanya terbatas di area tambang.
Di sisi sosial, PT Vale menggelontorkan dana sebesar US$4,73 juta untuk pengembangan masyarakat. Program ini menyasar pendidikan, ekonomi lokal, hingga pembangunan infrastruktur dasar di wilayah sekitar operasional.
Komitmen terhadap masyarakat lokal juga terlihat dari komposisi tenaga kerja, di mana lebih dari 83 persen berasal dari daerah setempat. Sementara itu, peran perempuan di lingkungan kerja juga terus meningkat.
CEO Bernardus Irmanto menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan bisnis.
“Kami percaya pertumbuhan dan keberlanjutan harus berjalan bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

