Luwu Timur – Kerusakan tanggul di kawasan TPI Turunan Bajo, Desa Tampina, Kecamatan Angkona, mulai mengkhawatirkan masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang bergantung pada aktivitas pelelangan ikan.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas bongkar muat hasil laut serta mengancam permukiman warga dari abrasi dan banjir rob.
Menanggapi hal itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti aduan masyarakat.
“Kita tidak boleh lambat. Begitu ada laporan dari warga, saya minta langsung dicek dan ditangani. Tanggul di TPI ini bukan hanya melindungi fasilitas pelelangan ikan, tetapi juga pemukiman warga di sekitarnya dari ancaman abrasi dan banjir rob,” tegas Bupati saat berada di lokasi.
Ia menilai, keberadaan TPI menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir sehingga perlindungan infrastruktur di kawasan tersebut harus menjadi prioritas.
Bupati juga meminta percepatan penanganan dari Dinas PUPR dengan tetap mengedepankan kualitas pembangunan.
“Saya minta Kadis PUPR mengupayakan percepatan perbaikan, tetapi tetap menjaga kualitas. Jangan sampai satu dua tahun sudah rusak lagi. Ini menyangkut keselamatan dan penghidupan masyarakat,” jelas Bupati Irwan.

