Luwu Timur – Menjelang puncak musim panen yang diperkirakan berlangsung Mei hingga Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memperkuat sinergi bersama berbagai pihak guna memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga.
Langkah ini ditandai dengan rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Aula Sasana Praja, Selasa (14/04/26), dengan melibatkan Forkopimda, Bulog, OPD, hingga perwakilan petani.
Dalam kesempatan tersebut, Irwan menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan program pro petani.
“Jika kita peduli dan bersama-sama menjalankan program pemerintah, maka tidak ada yang sulit. Kendala yang ada akan menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Ia menegaskan keberhasilan musim panen tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga pengelolaan pascapanen, termasuk ketersediaan gudang sebagai tempat penampungan hasil petani.
Upaya ini dilakukan agar hasil panen yang melimpah tetap terserap dengan baik di daerah, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Luwu Timur.
Di sisi lain, Ketua Perpadi Luwu Timur, I Wayan Selamet, menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar terus memberikan dukungan terhadap petani, khususnya dalam hal penyerapan hasil panen.
Sementara itu, Perum Bulog memastikan stok beras dalam kondisi aman bahkan berada pada level tertinggi.
“Ketahanan stok sangat tinggi, dengan penyaluran ke wilayah Luwu Raya sekitar 2.000 ton. Secara umum, stok di Sulawesi Selatan sangat mencukupi dan stabil tinggal kapasitas gudang masih menjadi kendala,” ungkap Iskandar Sulkarnain.

