PT Vale Gelar Simulasi Krisis Bendungan: 12 Ribu Warga Malili Terancam, Kerugian Bisa Capai Rp300 Miliar

kareba
kareba
1 Min Read

Luwu Timur – Sebanyak 12.000 jiwa di Luwu Timur terancam bila terjadi jebolnya bendungan di Sungai Larona.

Fakta ini mencuat dalam simulasi besar-besaran tanggap darurat bendungan yang digelar PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) bersama Pemkab Luwu Timur dan lembaga penanggulangan bencana, Rabu (18/6).

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 300 warga dari delapan desa rawan, seperti Malili, Wewangriu, hingga Pasi-pasi, serta berbagai instansi mulai dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri hingga relawan desa.

“Kalau terjadi banjir karena kegagalan bendungan, Malili paling terdampak. Potensi kerugian mencapai Rp300 miliar,” ujar Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang hadir langsung memantau kegiatan.

Tiga bendungan utama milik PT Vale—Batubesi, Balambano, dan Karebbe—menghasilkan 365 megawatt listrik untuk operasional, namun menjadi risiko serius jika struktur gagal menahan debit air saat cuaca ekstrem.

Simulasi menyimulasikan eskalasi status dari Waspada hingga Awas akibat curah hujan ekstrem.

Proses evakuasi massal dilakukan, dengan skenario warga panik, korban terpeleset, dan lalu lintas padat saat menuju titik kumpul. Seluruh proses menjadi cermin kesiapsiagaan multipihak dalam menghadapi bencana skala besar.

“Mitigasi tak boleh hanya di atas kertas. Kami ingin semua pihak benar-benar siap jika bencana terjadi,” tegas Iqbal Al Farobi, Head of Mine Sorowako Operation PT Vale.

Share This Article
Leave a comment