Air Danau Towuti Dinyatakan Aman, Hasil Uji Laboratorium Ungkap Kualitas Masih di Bawah Ambang Batas

kareba
kareba
2 Min Read

LUWU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan bahwa kualitas air di kawasan Danau Towuti masih aman dan layak digunakan pasca insiden kebocoran pipa minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO) beberapa waktu lalu.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, pada Selasa (16/9/2025), setelah menerima hasil uji laboratorium independen dari Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lutim yang menggandeng PT Global Environment Laboratory.

Proses pengambilan sampel dilakukan secara terbuka dan transparan di beberapa lokasi seperti Desa Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu. Warga turut menyaksikan proses pengambilan yang disegel dan diuji sesuai standar ilmiah.

Hasilnya, seluruh parameter utama termasuk sulfur, minyak & lemak, serta hidrokarbon dinyatakan berada di bawah ambang batas baku mutu nasional. Ketua DRRC UI, Prof. Fatma Lestari, memastikan hasil tersebut sahih dan bisa dipertanggungjawabkan.

“DRRC UI melakukan analisis dengan standar ilmiah yang ketat dan observasi langsung di lapangan. Temuan ini menunjukkan air aman, tetapi bukan alasan untuk lengah. Pemantauan berkala, transparansi data, dan pelibatan masyarakat tetap menjadi kunci,” ujar Prof. Fatma Lestari.

Sementara itu, Bupati Irwan Bachri Syam menilai hasil ini merupakan kabar baik sekaligus bukti transparansi pemerintah daerah dalam menangani dampak kebocoran.

“Insya Allah, dengan hasil uji dari DRRC UI dan Pemkab Lutim ini, masyarakat Towuti dapat tenang karena air dinyatakan layak digunakan. Namun demikian, pemerintah bersama para ahli tetap akan terus melakukan pemantauan rutin agar kepastian ini selalu terjaga,” ujarnya.

Dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 12 September, Pemkab Lutim kini fokus pada tahap pemulihan berkelanjutan serta pemantauan lingkungan secara periodik guna memastikan Danau Towuti tetap aman untuk aktivitas masyarakat.

Topik:
Share This Article
Leave a comment