Luwu Timur – PT Vale Indonesia Tbk terus mempercepat pengembangan proyek hilirisasi nikel melalui pembangunan jaringan distribusi limonite yang menjadi bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik.
Dalam diskusi bersama jurnalis di Sorowako, Kamis (16/4/2026), Manager of Construction Sorowako Limonite Project, Ridwan Banda, mengungkapkan progres pembangunan jaringan bahan baku baterai tersebut telah mencapai 42 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2027.
Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar hilirisasi nikel berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan global terhadap mineral kritis di era transisi energi.
“Fokus utama PT Vale adalah pengembangan Sorowako Limonite Ore Project (Sorlim), yang mengolah bijih kadar rendah atau limonite menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) melalui teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL),” jelas Ridwan.
Jalur distribusi limonite dibangun menggunakan sistem pipa dari Sorowako menuju kawasan industri Lampia di Desa Harapan, Malili, yang akan menjadi pusat pengolahan bahan baku baterai.
Pembangunan ini berjalan berdampingan dengan infrastruktur pipa minyak eksisting milik PT Vale yang selama ini menyuplai kebutuhan operasional dari Pelabuhan Mangkasa Point ke Sorowako.

