Agresif di Investasi Hijau, PT Vale Kucurkan US$43 Juta untuk Dekarbonisasi Sepanjang 2025

kareba
kareba
3 Min Read

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (Perseroan) membuktikan bahwa ambisi menjadi pemain nikel global tidak harus mengorbankan kelestarian alam.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan dan Laporan Tahunan 2025 yang resmi dirilis, raksasa tambang ini mencatatkan lonjakan investasi lingkungan yang sangat signifikan, yakni mencapai US$43,79 juta atau meningkat 54,3% dibanding tahun sebelumnya.

Langkah berani ini menjadi sinyal kuat bahwa aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) kini telah menjadi “mesin utama” penggerak bisnis perusahaan, bukan sekadar pelengkap administratif.

Peningkatan modal di sektor lingkungan tersebut dialokasikan untuk mempercepat agenda dekarbonisasi dan efisiensi energi. Hasilnya pun mulai terlihat, PT Vale sukses menurunkan intensitas energi secara konsisten, memperkuat jalur transisi menuju operasi rendah karbon yang lebih efisien.

Tak hanya di dalam area tambang, komitmen hijau PT Vale juga merambah ke luar wilayah operasional. Pada tahun 2025 saja, perusahaan merehabilitasi 156,67 hektare lahan pascatambang di Sorowako. Lebih luas lagi, program pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) telah menyentuh angka 2.988 hektare yang tersebar di lima provinsi di Indonesia.

Di sektor sosial, PT Vale terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis masyarakat lokal. Investasi pengembangan masyarakat (PPM) naik 18,3% menjadi US$4,73 juta.

Anggaran ini difokuskan pada tiga pilar utama: pendidikan, infrastruktur dasar, dan pemberdayaan ekonomi.

Menariknya, PT Vale mencatatkan angka inklusivitas yang sangat tinggi. Hingga akhir 2025, sebanyak 83,3% tenaga kerja perusahaan merupakan masyarakat setempat. Selain itu, keterwakilan perempuan dalam organisasi juga terus tumbuh mencapai 12,1%.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan pertumbuhan dan keberlanjutan harus berjalan beriringan.

“Di PT Vale, ESG tertanam dalam setiap keputusan yang kami ambil, membentuk cara kami beroperasi, menciptakan nilai, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Kami meyakini bahwa keberhasilan jangka panjang hanya dapat dicapai ketika pertumbuhan dan keberlanjutan sejalan,” ujar Bernardus.

Kerja keras ini membuahkan hasil pada penilaian independen. Peringkat Risiko ESG dari Sustainalytics membaik ke angka 23,7, yang berarti eksposur risiko perusahaan turun hampir 20%.

Di tingkat regional, skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) PT Vale mencapai angka nyaris sempurna, yakni 99,53.

Ke depan, fondasi ESG yang kokoh ini akan diintegrasikan ke dalam proyek pertumbuhan strategis di tiga wilayah utama, Sorowako, Pomalaa, dan Morowali.

Share This Article
Leave a comment