Legislator Muda Luwu Timur Tegur PT Vale Soal Janji Kompensasi yang Tak Kunjung Terealisasi

kareba
kareba
2 Min Read

Luwu Timur — Ketidakpastian terkait kompensasi bagi warga terdampak kebocoran pipa minyak milik PT Vale Indonesia Tbk di Kecamatan Towuti kembali mendapat sorotan dari Anggota DPRD Luwu Timur, Erick Estrada. Legislator muda dari PDIP itu menilai perusahaan lamban dalam menindaklanjuti komitmennya kepada warga.

“Ini tidak boleh terlalu lama atau berkepanjangan, masyarakat kita yang terdampak butuh kepastian,” ujar Erick, Sabtu (27/9/2025).

Ia juga menegaskan bahwa PT Vale perlu mempercepat penyusunan tahapan pembayaran agar warga tidak terus terombang-ambing. “Perlu kita pahami bahwa masyarakat kita yang terdampak ada keluarga yang harus mereka hidupi dan juga menyekolahkan anak mereka,” katanya.

Dampak kebocoran pipa tersebut sangat dirasakan masyarakat setempat, terutama petani dan nelayan yang menggantungkan hidup pada lahan dan danau di sekitar lokasi. “Hari ini mereka tidak ke danau tangkap ikan dan tidak ke sawah bertanam diakibatkan lahan pencarian mereka rusak,” ungkap Erick.

Sebelumnya, warga sempat menggelar aksi protes dengan membentangkan spanduk di area persawahan bertuliskan “Terlalu banyak janji, sawah kering, kompensasi belum cair,” sebagai simbol kekecewaan terhadap perusahaan tambang tersebut.

DPRD Luwu Timur memastikan akan memanggil pihak PT Vale untuk mendengar langsung perkembangan data dan mekanisme kompensasi yang hingga kini belum terealisasi. Erick menegaskan, lembaganya akan terus mengawasi agar janji perusahaan kepada rakyat benar-benar dipenuhi.

Topik:
Share This Article
Leave a comment