Luwu Timur – Program Sabtu Sehat Juara (SSJ) yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memberi dampak positif bagi masyarakat. Bukan hanya menggerakkan warga untuk menerapkan gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi ruang baru bagi UMKM lokal untuk mendapatkan tambahan pendapatan melalui kegiatan rutin setiap akhir pekan.
Antusiasme masyarakat mengikuti program ini disebut terus meningkat, sejalan dengan geliat pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum tersebut untuk memasarkan produk olahan khas daerah. Pemerintah daerah menyebut sinergi sektor kesehatan dan ekonomi kreatif ini menjadi salah satu kekuatan baru pasca pandemi.
Di sisi lain, Pemkab Luwu Timur juga tengah memperkuat komitmen tata kelola pemerintahan bersih. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menandatangani komitmen pelaksanaan rencana aksi kolaboratif peningkatan efektivitas pengendalian korupsi tahun 2025. Penandatanganan dilakukan pada acara sosialisasi Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) di Ruang Diklat BPKP Sulawesi Selatan, Selasa (07/10/2025).
Luwu Timur tercatat sebagai satu dari tujuh daerah di Sulsel yang meraih skor IEPK dalam rentang 3,00–3,99 dengan predikat wilayah bekerja. Predikat ini menunjukkan pengelolaan risiko korupsi di Lutim dinilai berjalan cukup baik melalui kebijakan cegah-deteksi-respons serta meningkatnya partisipasi pegawai dalam sistem pencegahan korupsi.
Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Rasono, mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah persoalan yang kerap ditemukan dalam implementasi IEPK, seperti manajemen risiko, sistem whistleblowing (WBS), SDM, hingga komitmen pimpinan. “Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pengawas dinilai penting untuk memperkuat pelaksanaan rencana aksi tersebut,” tuturnya.
Pemkab Luwu Timur optimistis mampu meningkatkan predikat IEPK sekaligus memperluas manfaat program-program sosial termasuk SSJ, yang terus menjadi ruang interaksi sehat, produktif, dan menguntungkan bagi masyarakat maupun UMKM daerah.

