Luwu Timur – Angin segar berembus bagi ratusan warga di Sorowako, Kecamatan Nuha. Polemik lahan historis di kawasan Old Camp kini menemui titik terang setelah PT Vale Indonesia Tbk dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur resmi menyepakati proses penyelesaian menyeluruh bagi masyarakat setempat.
Penandatanganan dokumen penyelesaian lahan seluas 23,1 hektare tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (Ibas), di Kantor Camat Nuha, Kamis (12/3/2026). Momentum ini menjadi sejarah penting dalam memberikan kepastian hukum dan ruang kehidupan yang layak bagi warga lingkar tambang.
Penyelesaian lahan Old Camp ini mencakup pendistribusian kepada 886 calon penerima. Langkah ini merupakan bentuk komitmen PT Vale dalam menuntaskan kewajiban historis perusahaan, sekaligus mendukung program penataan kawasan pemukiman yang lebih tertib oleh pemerintah daerah.
Head of External Relations Sorowako and Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari dialog intensif dan kolaborasi yang transparan.
“Bagi masyarakat, lahan bukan sekadar aset, tapi ruang kehidupan dan harapan masa depan keluarga. Kami memandang penting penyelesaian ini dilakukan secara kolaboratif agar prosesnya adil dan memberikan kepastian hukum yang kuat bagi warga,” ujar Yusri.
Tak hanya menyerahkan lahan, PT Vale juga berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. Sesuai arahan Pemkab Luwu Timur, perusahaan akan membantu pembangunan akses jalan agar kawasan Old Camp berkembang menjadi area yang tertata rapi dan produktif bagi masyarakat.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memberikan apresiasi atas keterbukaan PT Vale dalam menyelesaikan isu agraria yang telah lama menjadi perhatian publik ini. Menurutnya, kepastian lahan ini akan memicu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sorowako.
Momentum bersejarah ini bertepatan dengan rangkaian Safari Ramadan Pemkab Luwu Timur. Selain penyelesaian lahan, PT Vale turut menyemarakkan bulan suci dengan mendukung kegiatan buka puasa bersama di lima kecamatan utama, yakni Nuha, Wotu, Wasuponda, Malili, dan Towuti.
Rangkaian kegiatan di Nuha ditutup dengan buka puasa bersama antara pemerintah, manajemen perusahaan, dan masyarakat.
“Ramadan menjadi pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hanya soal investasi, tapi tentang kebersamaan dan saling percaya. Kami yakin semangat kolaborasi ini menjadi fondasi kuat untuk masa depan Luwu Timur yang lebih inklusif,” tutup Yusri Yunus.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Luwu Timur, tokoh masyarakat Nuha, serta ratusan warga yang menyambut antusias kepastian kepemilikan lahan yang telah lama mereka nantikan.

