Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menepis isu dugaan penyelewengan anggaran yang mencuat usai viralnya foto sepatu salah satu anggota Paskibraka yang tampak rusak.
Kepala Kesbangpol Luwu Timur, Guntur Hafid, menegaskan bahwa informasi terkait anggaran Rp1,6 miliar untuk pengadaan sepatu tidak benar. “Anggaran pengadaan sepatu hingga pakaian anggota Paskibraka tahun ini mencapai Rp309 juta. Khusus untuk sepatu olahraga, dalam DPA kami nilainya Rp300 ribu per pasang,” jelas Guntur, Sabtu (23/08/25).
Ia merinci bahwa proses pengadaan dilakukan melalui pihak ketiga dengan sistem e-katalog. Rekanan menawar dengan harga Rp290 ribu per pasang. Setelah dipotong pajak 12 persen, harga bersihnya menjadi Rp270.500 per pasang.
Lebih jauh, Guntur menegaskan tidak ada laporan kerusakan parah selama rangkaian kegiatan Paskibraka berlangsung. “Kalau memang ada laporan kerusakan sepatu separah itu, pasti kami tindaklanjuti untuk perbaikan maupun penggantian. Tapi faktanya, selama kegiatan berlangsung tidak ada laporan masuk. Justru setelah kegiatan selesai, barulah muncul foto itu,” ujarnya.
Pemkab memastikan seluruh anggaran kegiatan Paskibraka tahun ini bersumber dari APBD murni Luwu Timur yang dibahas dalam pokok anggaran 2024. Dengan klarifikasi ini, pemerintah berharap publik bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat.

