Luwu Timur — Program Sabtu Sehat Juara (SSJ) yang beberapa bulan terakhir semakin ramai diikuti masyarakat, ternyata membawa dampak ganda bagi daerah. Selain mendorong pola hidup sehat, kegiatan rutin akhir pekan itu ikut memicu meningkatnya penjualan pelaku UMKM yang terlibat di lapangan. Tren positif ini turut menjadi perhatian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Luwu Timur, yang tengah menyiapkan arah penguatan ekonomi kreatif lima tahun ke depan.
Momentum tersebut menjadi dasar Dekranasda menggelar rapat persiapan Rakerda 2025 yang berlangsung di Aula Disdagkop UKMP, Rabu (8/10/2025). Rapat dipimpin Ketua Harian Dekranasda, Senfry Oktavianus, dan dihadiri pengurus tujuh bidang serta sejumlah perwakilan OPD terkait.
Dalam forum tersebut, Dekranasda menetapkan fokus besar untuk periode 2025–2030, yakni memperkuat industri kerajinan lokal agar selaras dengan geliat kegiatan masyarakat yang kian produktif. Upaya ini dipandang penting agar kerajinan khas Lutim bukan hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang stabil.
Senfry menegaskan, kerajinan daerah harus dikembangkan tanpa meninggalkan akar tradisinya.
“Dekranasda hadir untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan budaya melalui produk kerajinan. Tapi kita juga harus mampu mengolaborasikan nilai-nilai lama dengan gaya kekinian,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tantangan kreatif saat ini adalah menghidupkan kembali unsur budaya dalam bentuk yang bisa diterima generasi modern.
Salah satu isu strategis yang dibahas adalah produksi batik Lutim. Selama ini, pemesanan masih dilakukan dari luar daerah, sehingga pembinaan terhadap pelaku usaha menjadi program prioritas.
“Ke depan, Dekranasda akan menghadirkan pelatihan bagi pelaku usaha agar produksi bisa dilakukan di sini, dengan corak anak suku di Luwu Timur. Harapannya, ekonomi masyarakat tumbuh dan identitas budaya kita semakin kuat,” pungkas Senfry.
Dekranasda berharap Rakerda yang rencananya digelar di Kabupaten Bulukumba mampu menghasilkan program kerja yang terukur di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk lonjakan UMKM akibat dukungan kegiatan seperti SSJ.

