Luwu Timur — Tingginya angka bencana yang melanda Kabupaten Luwu Timur sepanjang Januari–Oktober 2025 membuat daerah ini kembali masuk kategori zona merah rawan bencana.
BPBD mencatat total 585 kejadian dengan 1.547 warga terdampak, didominasi gempa bumi sebanyak 509 kali.
Melihat situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar apel kesiapsiagaan penanganan bencana di Bundaran Bumi Batara Guru, Malili, Sabtu (29/11/2025). Apel ini menjadi upaya memperkuat respons cepat saat keadaan darurat terjadi.
Wakil Ketua I DPRD Lutim, Jihadin Peruge, menegaskan bahwa langkah ini sangat penting mengingat tren bencana yang terus meningkat. “Ini juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam,” ujarnya.
Apel besar yang dipimpin langsung Bupati Irwan Bachri Syam itu menghadirkan gabungan personel dari BPBD, TNI, TNI AL, Polres, Polairud, Damkar, Tagana, PMI, hingga relawan.

