Luwu Timur – Dunia pendidikan terus bergerak mengikuti zaman. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, kebutuhan akan sistem pembelajaran yang adaptif menjadi semakin mendesak.
Semangat itulah yang terasa dalam seminar dan workshop nasional yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia Luwu Timur di Sorowako, 6–7 Mei 2026.
Mengusung tema transformasi pembelajaran berbasis AI, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan para pendidik, tetapi juga mempertemukan dunia pendidikan dengan sektor industri melalui dukungan PT Vale Indonesia Tbk.
Ketua PGRI Luwu Timur, Sunarto, mengakui bahwa terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari kontribusi perusahaan.
“Terima kasih atas dukungan luar biasa dari PT Vale Indonesia, sehingga kami (PGRI) bisa mengadakan seminar level nasional ini,” ujarnya.
Bagi Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, langkah ini menjadi contoh nyata pentingnya sinergi lintas sektor.
“Langkah PGRI Lutim ini sangat tepat karena memang kontribusi pihak swasta sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas dunia pendidikan di daerah,” katanya.
Di sisi lain, PT Vale melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Senior Koordinator Pendidikan, Iskandar Ismail, menilai tema AI sangat relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Kami suport karena tema pendidikan ini sangat urgen, apalagi terkait perkembangan AI,” jelasnya.
Jika ditarik lebih luas, kegiatan ini menjadi sinyal bahwa Luwu Timur mulai bergerak menuju ekosistem pendidikan yang lebih adaptif.
Perpaduan antara pemerintah, guru, organisasi profesi, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan era industri 5.0.

