Bupati Irwan Tegaskan PT Vale Harus Bertanggung Jawab Penuh atas Kebocoran Pipa Minyak

kareba
kareba
2 Min Read

Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan agar PT Vale Indonesia Tbk tidak setengah-setengah dalam menangani insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachry Syam, meminta perusahaan tambang nikel itu mengutamakan keselamatan pekerja, masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

“PT Vale harus memaksimalkan penyelesaian dan penanganan kejadian pipa bocor ini. Kegiatan perusahaan di lokasi harus benar-benar memprioritaskan keselamatan pekerja, masyarakat sekitar, dan lingkungan,” tegas Irwan.

Menurutnya, perusahaan tidak boleh hanya fokus menghentikan aliran minyak dengan peralatan darurat. Masyarakat yang terdampak langsung harus mendapat perhatian serius, termasuk pemulihan sosial dan ekonomi mereka. “PT Vale tidak hanya fokus pada teknis pemulihan, tetapi juga wajib memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak,” tambahnya.

Bupati Irwan mengaku sudah berkomunikasi dengan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, untuk membicarakan langkah darurat sekaligus strategi pencegahan jangka panjang. Ia menilai perusahaan cukup kooperatif di lapangan, namun Pemkab tetap akan mengawasi agar penanganan dilakukan menyeluruh. “Sejauh ini PT Vale cukup kooperatif dan bertindak cepat di lapangan. Tapi kami akan terus mengawasi agar penanganan dilakukan menyeluruh, bukan hanya jangka pendek,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Vale menyatakan telah menurunkan Emergency Response Group (ERG) dan memasang oil boom serta oil trap di lokasi kejadian. Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf dan berkomitmen menyelesaikan insiden ini dengan penuh tanggung jawab.

Share This Article
Leave a comment