Pemkab Luwu Timur Masuki Tahap Pemulihan, Pastikan Transparansi dan Kesehatan Warga Terdampak Kebocoran MFO

kareba
kareba
2 Min Read

LUWU TIMUR — Setelah insiden kebocoran pipa minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO), Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kini resmi memasuki tahap transisi pemulihan pasca berakhirnya masa tanggap darurat pada 12 September 2025.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan berjalan secara transparan dan terukur, termasuk pemantauan kualitas air dan udara di kawasan Danau Towuti serta desa terdampak seperti Timampu, Baruga, Langkea Raya, dan Matompi.

“Semua langkah kami pastikan dilakukan secara fair, transparan, dan untuk kebaikan masyarakat Luwu Timur khususnya yang ada di wilayah terdampak,” tegas Bupati Irwan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lutim bekerja sama dengan PT Global Environment Laboratory telah melakukan uji kualitas air dan udara pada 30 Agustus 2025. Hasil laboratorium menunjukkan seluruh parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi masih memenuhi baku mutu nasional kelas 2 sesuai PP Nomor 22 Tahun 2021, yang berarti air layak digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

Selain memastikan keamanan lingkungan, pemerintah bersama PT Vale juga gencar melanjutkan pemulihan sosial dan infrastruktur di enam desa terdampak. Hingga hari ke-22 pascakejadian, 206 aduan resmi warga telah diterima dan ditindaklanjuti, mulai dari layanan kesehatan, bantuan ekonomi, hingga perbaikan saluran irigasi dan jembatan desa.

Bupati Irwan menekankan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga pada ketangguhan masyarakat menghadapi risiko di masa depan.

“Pemerintah bersama para ahli tetap akan terus melakukan pemantauan rutin agar kepastian ini selalu terjaga,” ujarnya.

Langkah berkelanjutan ini menunjukkan keseriusan Pemkab Lutim dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Danau Towuti.

Topik:
Share This Article
Leave a comment