Luwu Timur – Pelatihan Kesamaptaan Satuan Polisi Pamong Praja Luwu Timur resmi ditutup pada Jumat (21/11/2025).
Namun pesan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa pembaretan ini bukan akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab besar aparat penegak perda.
Sebanyak 80 anggota Satpol PP—terdiri dari CPNS, PNS pengangkatan khusus, PPPK, hingga tenaga upah jasa—telah menjalani pelatihan intensif sejak 12–21 November 2025. Selama sepuluh hari, mereka digembleng di halaman Kantor Satpol PP oleh pelatih dari Koramil Malili untuk memperkuat disiplin, mental, dan pemahaman tugas.
Bupati Irwan mengapresiasi semangat para peserta namun sekaligus mengingatkan bahwa pelatihan hanya menjadi fondasi awal. “Tidak ada artinya 10 hari kita digembleng kalau setelah pembaretan ini tugas dan tanggung jawab tidak kita laksanakan dengan baik,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa Satpol PP memikul amanah besar dalam menjaga ketertiban serta menegakkan peraturan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme, kepatuhan terhadap instruksi pimpinan, serta kerja kolaboratif antarinstansi.
“Bekerjalah dengan baik, berkolaborasilah dengan baik. Jalankan apa yang diperintahkan pimpinan tertinggi dengan penuh tanggung jawab,” pesan Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan penghargaan khusus kepada para instruktur yang dinilai sukses menanamkan disiplin. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, kepala OPD, Kapolsek Malili, serta sejumlah undangan yang menyaksikan langsung momen penyematan baret sebagai simbol kesiapan penuh anggota Satpol PP memasuki tugas lapangan.

