Luwu Timur Bidik Sirkuit Permanen, Siap Jadi Pusat Balap Sulsel dan Tuan Rumah Porprov 2030

kareba
kareba
3 Min Read

Luwu Timur – Kabupaten Luwu Timur semakin menunjukkan ambisinya menjadi pusat olahraga otomotif di Sulawesi Selatan. Hal itu terlihat dari suksesnya pelaksanaan Bupati Cup II Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IMI Sulsel Putaran I Tahun 2026 yang resmi dibuka di Sirkuit Taman Sayang Malili, Sabtu (30/5/26).

Ajang bergengsi ini bukan sekadar balapan motor biasa. Di balik raungan mesin dan adu kecepatan para rider, tersimpan misi besar menjadikan Luwu Timur sebagai daerah yang siap melahirkan atlet-atlet balap berprestasi sekaligus menyiapkan infrastruktur olahraga bertaraf regional.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan hadirnya pembalap level Asia asal Luwu Timur, M. Badly Ayatullah Massorong. Kehadiran putra daerah yang telah berkiprah di kancah internasional tersebut menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi para pembalap muda yang turun berlaga.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan olahraga otomotif.

Bahkan, Pemkab Luwu Timur telah menargetkan pembangunan sirkuit permanen sebagai langkah strategis untuk mendukung event-event besar di masa mendatang.

“Selaku Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara, tim keamanan, dan terutama atas dukungan penuh dari IMI Sulsel. Kami berharap, penyelenggaraan event yang sama tahun depan sudah bisa menggunakan sirkuit permanen,” ujar Irwan.

Rencana pembangunan sirkuit permanen tersebut semakin relevan setelah Luwu Timur ditetapkan sebagai calon tunggal tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIX Sulawesi Selatan tahun 2030.

Ketua Harian KONI Sulsel, Abdul Chalik Suang, menilai momentum Kejurprov Road Race ini menjadi langkah awal yang penting dalam mempersiapkan atlet-atlet masa depan sekaligus memperkuat posisi Luwu Timur sebagai daerah olahraga.

“Sebagai calon tunggal pelaksanaan Porprov XIX nantinya, saya berharap Luwu Timur mampu melahirkan atlet-atlet profesional dan kompeten, dimulai dari momentum Kejurprov Road Race IMI Sulsel 2026 hari ini,” katanya.

Menurut Abdul Chalik, kompetisi resmi seperti ini memiliki manfaat ganda. Selain menjadi wadah pembinaan atlet menuju level nasional dan internasional, kejuaraan balap juga menjadi solusi nyata dalam mengurangi praktik balap liar yang masih kerap terjadi di jalan umum.

Hal senada disampaikan Ketua IMI Luwu Timur sekaligus Ketua Panitia, Hardiansyah. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Kejurprov ini merupakan bentuk komitmen dalam menyediakan ruang yang aman dan legal bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat mereka.

“Tujuan utama kami adalah menyediakan wadah prestasi bagi generasi muda. Kami ingin memberikan ruang yang aman dan legal bagi para pembalap muda untuk meraih prestasi di jalur yang resmi,” jelasnya.

Kejurprov IMI Sulsel Putaran I Tahun 2026 berlangsung selama dua hari dan berhasil menarik perhatian ratusan pembalap dari berbagai daerah. Sebanyak 220 starter tercatat ambil bagian dalam kompetisi ini, tidak hanya dari Sulawesi Selatan tetapi juga dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah hingga Jawa Timur.

Topik:
Share This Article
Leave a comment