HLM TP2DD Dibuka, Pemkab Lutim Soroti Lemahnya Integrasi Data sebagai Penghambat Digitalisasi PAD

kareba
kareba
2 Min Read

Makassar – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai menyoroti persoalan mendasar yang selama ini menghambat percepatan digitalisasi daerah, khususnya pada sektor pendapatan.

Isu lemahnya integrasi data antar perangkat daerah muncul sebagai perhatian utama saat pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TP2DD yang dirangkaikan dengan pembukaan Bimbingan Teknis Pengelolaan PAD 2025, Senin (24/11/25), di Hotel Horison Ultima Makassar.

Kegiatan yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lutim ini dibuka oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili Pj Sekretaris Daerah, Ramadhan Pirade, dan dihadiri Plt Kepala Bapenda beserta seluruh bendahara penerima PAD.

Mengangkat tema “Sinergi dan Kolaborasi Percepatan Digitalisasi Daerah”, forum HLM tidak hanya membahas penerapan Perda PDRD dan perluasan transaksi non-tunai, tetapi juga menegaskan bahwa optimalisasi PAD tak akan tercapai jika kualitas data elektronik antar sektor belum benar-benar terhubung.

Ramadhan Pirade menekankan digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi kebutuhan mendesak untuk memperbaiki tata kelola pendapatan daerah.

“Digitalisasi adalah gerbang menuju pemerintahan modern. Kita ingin memastikan seluruh sektor layanan, khususnya pajak dan retribusi daerah, berjalan lebih cepat, aman, dan transparan melalui transaksi non-tunai,” tegasnya.

Namun, ia juga mengingatkan penerapan sistem digital yang canggih tidak akan efektif jika SDM dan pengelolaan data tidak diperkuat.

Pada sesi pembukaan Bimtek Pengelolaan PAD yang akan berlangsung empat hari (24–27 November 2025), Ramadhan kembali menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur daerah dalam menghadapi aturan baru dan semakin cepatnya transformasi digital.

“Aparatur pengelola PAD adalah ujung tombak kemandirian fiskal. Penguatan kapasitas wajib dilakukan agar kita mampu menghadapi perubahan regulasi dan dinamika transformasi digital yang semakin cepat,” ujarnya.

Bimtek menghadirkan sejumlah pemateri nasional, di antaranya Prof. Dr. Nursini, SE., MA (Universitas Hasanuddin), Denny Ramdhany, S.Si (Kemendagri RI), dan Dr. Fauzan Misra, M.Sc, Ak, CA (Universitas Andalas).

Topik:
Share This Article
Leave a comment