Luwu Timur –Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyiapkan langkah besar untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dengan mempercepat pembangunan RSUD Malili Kelas B. Rencana ini dibahas dalam seminar penyusunan Master Plan bersama Tim FKM-UNHAS, Jumat (29/08/2025), di Kantor Bupati Luwu Timur.
Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Andi Juana Fachruddin, memastikan lahan pembangunan RSUD Malili sudah tidak bermasalah.
“Pada awal pertemuan bulan Juli lalu, kita merencanakan di atas lahan 7,5 hektar. Kini sudah diperluas menjadi 13 hektar, dan sudah dipastikan tidak ada permasalahan legal atas tanah tersebut,” ujarnya.
Urgensi pembangunan rumah sakit ini juga ditegaskan oleh tim ahli dari FKM UNHAS. Achmad Ansar memaparkan bahwa pertumbuhan penduduk Luwu Timur yang rata-rata naik 1,72% per tahun sejak 2020 serta overload layanan di RSUD I Lagaligo menjadi alasan utama perlunya RSUD Malili.
“Kami telah berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dan berdasarkan data, penduduk Luwu Timur terus bertambah… bahkan banyak rujukan dari luar Luwu Timur. Ini menjadi bukti bahwa Luwu Timur sangat membutuhkan rumah sakit baru dengan kapasitas dan layanan lebih baik,” jelasnya.
Selain itu, Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Helmi Kahar, menyampaikan bahwa RSUD Malili akan dilengkapi fasilitas lengkap mulai dari rawat inap, IGD, instalasi bedah, hingga ruang hijau.
“Ini adalah langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan,” katanya.
Dengan dukungan berbagai pihak, Pemkab Lutim menegaskan bahwa RSUD Malili bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang memadai di tengah pertumbuhan daerah yang pesat.

