Luwu Timur –Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dengan mendorong percepatan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malili Kelas B. Langkah strategis ini dibahas dalam seminar penyusunan Master Plan bersama Tim Pelaksana Swakelola Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit, FKM-UNHAS, Jumat (29/08/2025) di Kantor Bupati Luwu Timur.
Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Andi Juana Fachruddin, menegaskan bahwa pembangunan RSUD Malili telah disiapkan di atas lahan seluas 13 hektar yang dipastikan bebas dari masalah kepemilikan.
“Pada awal pertemuan bulan Juli lalu, kita merencanakan di atas lahan 7,5 hektar. Kini sudah diperluas menjadi 13 hektar, dan sudah dipastikan tidak ada permasalahan legal atas tanah tersebut,” ungkapnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Helmi Kahar, menguraikan bahwa rumah sakit ini akan dilengkapi dengan fasilitas esensial, seperti blok rawat jalan, rawat inap, IGD, instalasi bedah sentral, hingga ruang terbuka hijau.
“Ini adalah langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan,” katanya.
Dukungan akademisi FKM UNHAS turut memperkuat perencanaan pembangunan ini. Achmad Ansar dari tim Magister Administrasi Rumah Sakit menjelaskan, penyusunan Master Plan dilakukan secara sistematis melalui pengumpulan data, analisis, hingga rencana induk pembangunan.
Seminar ini dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Andi Tabacina Akhmad, serta perangkat desa. Kehadiran berbagai pihak menjadi bukti keseriusan Pemkab Lutim mewujudkan RSUD Malili sebagai simbol hadirnya layanan kesehatan modern di daerah.

