Luwu Timur – Penyaluran kompensasi bagi warga terdampak kebocoran pipa minyak milik PT Vale Indonesia di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, resmi dimulai. Penyaluran tahap awal ini berlangsung di Aula Kantor Camat Towuti, Kamis (2/10/2025), dan disaksikan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.
Dalam kegiatan itu, sejumlah warga menerima kompensasi dengan nilai beragam. Petani pemilik lahan menerima hingga ratusan juta rupiah, sementara nelayan memperoleh bantuan puluhan juta. Ali Bastian Wuala dari Desa Lioka menerima Rp458 juta untuk sawahnya, dan Alpius Samuda mendapatkan Rp337 juta. Nelayan seperti Harmin dan Tasdino dari Desa Timampu menerima Rp8,7 juta dan Rp6,5 juta.
Bupati Irwan menegaskan agar proses pembayaran tidak berlarut-larut. Ia meminta pihak PT Vale menuntaskan seluruh pembayaran sesegera mungkin.
“Begitu data final sudah ada, langsung dibayarkan, jangan sampai ada data yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan, pemulihan juga akan terus dipantau meski pembayaran sudah dilakukan,” ujar Irwan Bachri Syam.
Wakil Direktur PT Vale Indonesia, H. Abu Ashar, menyebut kompensasi ini merupakan langkah awal dalam menyelesaikan seluruh dampak kebocoran.
“Kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penanggulangan dampak kebocoran, proses kompensasi akan terus ditindaklanjuti hingga selesai,” ungkapnya.
Penyerahan simbolis kompensasi juga diberikan kepada beberapa warga lain seperti Marinus dari Desa Langkea Raya senilai Rp77 juta untuk ternak unggas, Aroyos dari Desa Lioka Rp13 juta untuk ternak sapi, serta nelayan Harmin dan Tasdino dari Desa Timampu.

