Kado HUT ke-66 Kolaka: PT Vale Revitalisasi Pasar Mekongga Rp200 Miliar dan Resmikan Pusat Bibit Raksasa

kareba
kareba
3 Min Read

KOLAKA – Momentum Hari Jadi Kabupaten Kolaka ke-66 menjadi sejarah baru bagi transformasi ekonomi dan lingkungan di Bumi Mekongga. PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) memberikan “kado” strategis melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa berupa revitalisasi total Pasar Sentral Mekongga dan peresmian Nursery (pusat pembibitan) terintegrasi.

​Langkah ini mempertegas sinergi antara raksasa pertambangan bagian dari MIND ID tersebut dengan pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan rakyat Sulawesi Tenggara.

​Pasar Sentral Mekongga yang merupakan urat nadi perdagangan bagi enam pasar tradisional di Kolaka akan disulap menjadi kawasan niaga modern seluas 7,55 hektare. Investasi jumbo senilai Rp200 miliar dikucurkan untuk merombak 38 blok fungsional agar lebih tertata, bersih, dan ramah lingkungan.

​Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar membangun fisik gedung, melainkan menghidupkan ekosistem ekonomi yang lebih berdaya.

​“Cita-cita kami bersama Pak Bupati bukan hanya menghadirkan pasar secara fisik, tapi juga fasilitas pengolahan sampah. Kami ingin menghadirkan ruang publik yang sehat tanpa menghilangkan karakter tradisional masyarakat Kolaka,” ujar Bernardus dalam seremoni peresmian, Sabtu (28/2/2026).

​Bupati Kolaka, Amri, menyambut antusias langkah ini. Menurutnya, revitalisasi ini akan menjamin keamanan dan kenyamanan ribuan pedagang serta pembeli, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi lokal di tengah realisasi investasi Kolaka yang mencapai Rp19,36 triliun pada 2025.

​Tak hanya soal urusan perut dan dagang, PT Vale juga menunjukkan komitmen hijaunya melalui peresmian Nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada. Fasilitas ini terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka yang memiliki total luas 59 hektare.

​Hebatnya, pusat pembibitan ini mampu memproduksi hingga 1 juta bibit pertahun, mulai dari flora endemik Sulawesi Tenggara hingga tanaman buah dan hias.

​“Pusat pembibitan ini adalah simbol keseriusan kami menjaga keseimbangan industri dan alam. Ini adalah warisan untuk generasi mendatang,” tambah Bernardus.

​Kehadiran IGP Pomalaa dengan nilai investasi total sekitar Rp67,5 triliun (±US$4,29 miliar) terbukti menjadi mesin pertumbuhan baru. Sejak fase konstruksi dimulai, proyek ini telah, Menyerap lebih dari 2.500 tenaga kerja, Menghidupkan rantai pasok UMKM lokal, dan​Menempatkan Sultra sebagai pusat hilirisasi nikel nasional.

​Bupati Amri memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi nyata ini. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kolaka menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada PT Vale. Kehadiran pusat pembibitan dan revitalisasi pasar ini adalah bukti nyata komitmen yang kuat bagi daerah kami,” pungkasnya.

Share This Article
Leave a comment